Smilenews.id, Jakarta – Telkomsel menghadirkan langkah nyata untuk memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), lewat program Terpujilah GURU 2026. Lebih dari 1.500 tenaga pendidik dari berbagai wilayah Indonesia mendapatkan pelatihan praktis yang memadukan kreativitas digital dan teknik pembelajaran modern untuk menghadirkan proses belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa.
Program yang mulai berjalan sejak Mei 2026 ini telah menjangkau lebih dari 3.800 guru dari SMA, SMK, dan MA di sejumlah daerah, mulai dari Bogor hingga Ambon, juga Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Para peserta menjalani serangkaian kegiatan yang diawali dengan seleksi, pelatihan daring, pendampingan intensif, hingga pelatihan tatap muka bagi finalis terbaik di Jakarta.
Kurikulum yang diterapkan dalam program ini menitikberatkan pada pemanfaatan AI dengan pendekatan yang manusiawi dan produktif. Guru-guru diajarkan cara menggunakan teknologi AI untuk mendesain materi pembelajaran digital, membuat konten video edukasi, dan menerapkan metode kreatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.
Director Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menyatakan, “Guru-guru kita telah menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi, sekaligus menjaga fokus pada pembangunan karakter dan kompetensi dasar siswa. Dengan memperkenalkan AI secara bijak di dunia pendidikan, kami berharap generasi penerus Indonesia dapat tumbuh mandiri dan siap bersaing di era digital.”
Program ini ditutup dengan acara puncak yang menampilkan presentasi karya dari 12 guru finalis dengan inovasi pembelajaran berbasis AI dan digital. Dari penilaian tersebut, terpilih 6 guru terbaik yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, antara lain Surabaya, Bandung, Ambon, Garut, Pematangsiantar, dan Maluku Tengah.
Salah satu finalis terbaik, Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah, mengungkapkan pentingnya program ini bagi guru dan siswa di daerah terpencil. “AI membuka banyak peluang untuk pendidikan yang lebih interaktif dan relevan, terutama di pedesaan. Kami diajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi ini agar pelajaran bisa lebih mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, A. Arief R., guru senior dari SMKN 1 Garut, berbagi pengalaman perubahan dalam metode mengajarnya. “Dari yang sebelumnya mengajar tradisional, saya sekarang menggunakan pembelajaran aktif berbasis teknologi yang menstimulasi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa,” katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, mengapresiasi inisiatif ini sebagai ruang pengembangan kompetensi guru. “Terpujilah GURU memberi peluang guru memperdalam pemahaman tentang kecerdasan buatan sebagai alat bantu pembelajaran. Kami berharap para guru ini terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan digital di Indonesia,” tambah Nunuk.
Untuk menjaga semangat belajar dan berbagi, peserta program kini tergabung dalam jejaring alumni EduCreator, yang menjadi platform untuk saling bertukar pengalaman dan materi pembelajaran inovatif. Informasi lebih lengkap tentang program ini dapat diakses di situs terpujilahguru.id.***
Tags:
Subscribe To Get Update Latest Blog Post
[mc4wp_form id=664]No Credit Card Required

Leave Your Comment: