Smilenews.id, Bogor  – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus mendukung gerakan global aksi iklim, Telkomsel kembali menggelar program pelestarian lingkungan bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (6/6/2026).

 

Bekerja sama dengan Jejak.in, Telkomsel menanam sebanyak 2.000 pohon Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang terdiri atas durian, alpukat, rambutan, kopi, dan jambu di area seluas 15,22 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi jejak emisi karbon sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

 

Program tersebut mengusung semangat small actions, big impact yang sejalan dengan tema Hari Bumi global, “Our Power, Our Planet”, serta kampanye Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini berfokus pada aksi iklim melalui gerakan #NowForClimate dan kampanye nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim”.

 

Sebanyak 55 peserta yang terdiri dari karyawan Telkomsel, masyarakat lokal, pemerintah desa, hingga komunitas pecinta lingkungan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain melakukan penanaman pohon, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sistem pertanian tumpang sari, pelatihan pembuatan kompos, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

 

General Manager Mobile Consumer Business Region Eastern Jabotabek Telkomsel, Abdi J. Putra, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.

 

“Sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus berupaya meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon, kami menghadirkan wadah kolaborasi yang inklusif bagi masyarakat, komunitas, dan pelanggan di wilayah Bogor dan sekitarnya,” ujar Abdi.

 

Menurutnya, melalui Telkomsel Jaga Bumi, perusahaan berupaya mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan ke dalam operasional dan praktik bisnis guna memastikan keberlanjutan jangka panjang.

 

“Upaya ini juga mencakup inisiatif untuk mendorong kesadaran dan partisipasi pelanggan dalam mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan, termasuk penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

 

Tukar Poin Jadi Pohon

 

Tak hanya melibatkan karyawan dan komunitas lingkungan, Telkomsel juga mengajak pelanggan untuk berkontribusi dalam upaya pelestarian alam melalui program Carbon Offset yang dijalankan bersama Jejak.in.

 

Melalui program ini, pelanggan dapat menukarkan 5.000 Telkomsel Poin yang setara dengan penanaman 0,1 pohon atau 50.000 Telkomsel Poin untuk satu pohon. Penukaran dapat dilakukan melalui aplikasi MyTelkomsel maupun platform khusus Telkomsel Jaga Bumi. Pelanggan yang berpartisipasi akan menerima laporan perkembangan pohon secara berkala melalui email.

 

Selain program penanaman pohon, Telkomsel juga melanjutkan berbagai inisiatif pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Salah satunya melalui program daur ulang kemasan kartu SIM bekas dan cangkang kartu perdana yang dikumpulkan dari jaringan outlet reseller Telkomsel.

 

Limbah plastik tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti paving block, tempat sampah, kotak serbaguna, hingga dudukan kartu perdana dan telepon seluler untuk mitra outlet. Perusahaan juga mengumpulkan pakaian bekas dari karyawan untuk didaur ulang menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah.

 

Sejak diluncurkan pada 2022, program Telkomsel Jaga Bumi telah melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan dalam aksi carbon offset melalui penukaran Telkomsel Poin. Hingga saat ini, lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota dan kabupaten di Indonesia dengan luas area konservasi mencapai 37 hektare.

 

Program tersebut juga tercatat mampu menyerap emisi karbon lebih dari 83 ton setara karbon dioksida (tCO2e), sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Telkomsel dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.***

PREVIOUS POST
You May Also Like

Leave Your Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *