Smilenews.id, Depok — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Depok menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat di kawasan Grand Depok City (GDC), Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya itu sekaligus dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama pengurus dan anggota Peradi Depok di kantor sekretariat mereka.
Pantauan di lokasi, pembagian takjil dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Para pengurus Peradi Depok turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada pengendara dan warga yang melintas di jalur Boulevard GDC menuju Cilodong.

Ketua DPC Peradi Depok, Muhammad Razali Siregar, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama para penasihat dan pengurus organisasi.
Usai pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan serta pemaparan sejarah singkat Peradi Depok oleh Sekretaris DPC Peradi Depok, Andi Tatang, di tenda yang dipasang di depan kantor sekretariat.
“Kami melaksanakan buka bersama dengan pengurus DPC Peradi Kota Depok dan anggota, sekaligus berbagi takjil untuk masyarakat yang melintas di Jalan Boulevard Raya. Alhamdulillah tadi sudah terlaksana,” kata Razali kepada wartawan.
Menurut Razali, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antara pengurus dan anggota.
Ia mengatakan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi internal guna memperkuat program kerja organisasi, khususnya dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Contohnya seperti pelayanan hukum di masyarakat yang terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Razali juga mengingatkan para anggota agar tidak mudah terpengaruh dengan munculnya berbagai deklarasi organisasi advokat baru yang belakangan marak secara nasional.
Ia menegaskan, Peradi merupakan organisasi advokat yang lahir dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
“Supaya rekan-rekan atau anggota kita tidak terpengaruh, tidak terburu-buru tergoda mengikuti deklarasi-deklarasi perpecahan organisasi advokat tersebut,” katanya.
“Padahal sejatinya organisasi kita lahir dari Undang-Undang Advokat. Kita bukan ormas yang harus berbadan hukum dan segala macam, karena kita adalah state organ yang memang lahir dari undang-undang,” lanjut Razali.
Razali juga mengingatkan seluruh bidang di kepengurusan Peradi Depok untuk mulai mempersiapkan program kerja menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) Peradi pada 2027 mendatang.
Ia meminta setiap bidang aktif menggelar rapat kerja agar memiliki program yang jelas untuk dibawa dalam forum nasional tersebut.
“Kalau di beberapa bidang tidak aktif dan tidak menjalankan program kerja, apa yang akan kita bawa nanti dalam Munas? Karena itu saya mengingatkan agar setelah silaturahmi ini kita segera merencanakan rapat kerja daerah,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinan Razali, Peradi Depok juga aktif menjalankan berbagai program sosial dan pelayanan hukum bagi masyarakat. Organisasi ini memiliki Pusat Bantuan Hukum (PBH) serta rutin menggelar kegiatan penyuluhan hukum.
Bahkan selama Ramadan tahun ini, Peradi Depok juga rutin menggelar penyuluhan hukum yang dirangkai dengan buka puasa bersama dan tadarus Al-Qur’an di Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong.
“Kita setiap minggu melakukan penyuluhan hukum di Rutan Cilodong, sambil buka bersama dan tadarusan. Itu sudah kita lakukan sejak awal Ramadan,” ujar Razali.
“Jadi karena hari ini ada kegiatan berbagi takjil, kita satukan dengan mengundang pengurus dan anggota sekaligus melaksanakan buka puasa bersama,” tambahnya.***
Tags:
Subscribe To Get Update Latest Blog Post
[mc4wp_form id=664]No Credit Card Required

Leave Your Comment: